Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum wr.wb
Nama :
Indri aulia
Nim :
11901143
Kelas : PAI 4D
Makul : Magang 1
Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami
Sastra untuk Perguruan Tinggi)
Penulis : Melani
Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi
Penerbit : Indonesia Tera
Tahun terbit : September, 2008,
cetakan ke-4 (empat)
1. Laporan Bagian Buku Bab 1 membahas materi tentang, sastra,mencangkup
sastra itu apa halaman , Sastra:antara konvensi dan inovasi ,fungsi
sastra ,produksi dan reproduksi sastra.
1.1 Sastra Itu Apa?
Kalau ada yang bertanya “karya sastra itu apa”,kira-kira apa
jawabanya?barangkali anda langsung ingat sederetan nama pengarang dan karyanya
yang harus dihafalkan waktu belajar disekolah menengah .atau anda ingat
sejumlah kalimat dengan gaya bahasa yang berbunga-bunga.tapi ada suatu cara
yang lebih membantu kita dalam memahami karya sastra ,yaitu melalui pembadingan
dengan teks yang “bukan”karya sastra. Perbedaan pengalaman membaca teks yang
berbeda itu menunjukan apa yang bisa anda dapatkan ketika membaca suatu karya
sastra,dibandingkan dengan membaca pernyataan-pernyataan yang bersifat faktual,
berita, atau juga opini.
Danziger dan johnson (1961) melihat sastra sebagai suatu “seni
bahasa”,yakni cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. (dalam hal
ini bisa dibandingkan dengan seni musik .yang mengolah bunyi ;seni tari yang
mengolah gerak dan seni rupa yang mengolah bentuk dan warna). Daiches
(1964)mengacu pada aristoteles yang melihat sastra sebagai suatu karya yang
“menyampaikan suatu jenis pengetahuan yang tidak bisa disampaikan dengan cara
yang lain”. yakni suatu cara yang memberikan kenikmatan yang unik dan pengetahuan
yang memperkaya wawasan pembacanya.
Bahasa yang dipakai dalam artikel dimedia massa menekan hal-hal yang
bersifat teknis,seperti data, fakta sumber primer, bukti, dan contoh.sedangkan
cuplikan cerpen menggambarkan nuansa-nuasa perasaan dan pikiran yang tidak bisa
diwakili oleh angka dan statistik
1.2 Sastra: Antara konvensi dan Inovasi
Puisi yang ditulis dalam bait dan baris aturan itu disebut konvensi yakni
suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi
tradisi.artinya,kebiasaan itu dilakukan orang secara terus-menerus dari waktu
ke waktu.satra berkaitan dengan konvensi semacam itu artinya,apabila anda mau
menulis sebuah puisi.
Sastra selalu berubah dari zaman-ke zaman .pada zaman dulu,orang melayu
mengenal pantun.pada zaman modern,pantun masih banyak dipakai orang ,namun
selain pantun ,ada sajak dengan bentuk-bentuk lain yang lebih bebas dan
bervariasi.perubahan itu terjadi karena sastrawan yang kreatif salalu mencari
hal-hal yang baru yang mengubah konvensi atau aturan yang ada.sajak yang tidak
memakai rima atau persamaan bunyi dan juga tidak mempunyai irama
yang teratur seperti pada konvensi sajak yang klasik.pada awalnya sajak yang
seperti itu mengejutkan para pembacanya.tetapi lama-kelamaan bentuk seperti itu
sudah dianggap biasa dan menjadi suatu konvensi yang diterima masyarakat.
Ada jenis-jenis sastra yang berkaitan dengan ritual keagaamaan tertentu
seperti qasidah dalam agama islam .di amerika serikat ,pada zaman puritan ,yang
dianggap sebagai sastra adalah teks-teks yang bernuansa religius dan mempunyai
fungsi jelas dalam pembinaan iman.sastra yang bersifat “menghibur” belaka
dianggap maksiat.secara umum konvensi yang paling dasar adalah penggolongan
jenis-jenis teks sastra menjadi tiga ,yakni genre .prosa,puisi,dan
drama.masing-masing genre masih bisa dibagi sub-sub genre lagi.tetapi sekali
lagi ,konvensi yang berlaku disuatu masyarakat tertentu pada waktu tertentu
menentukan klafikasi semacam ini .seperti sudah disebut tadi
diamerika,”esai”seringkali dimasukan sebagai teks sastra dibawah
genre prosa.masih ada lagi pembagian kelompok sastra tradisional dan
sastra modern,sastra lisan dan sastra tulis ,sastra daerah dan sastra nasional.
1.3 Fungsi Sastra
seorang pemikir Romawi, Horatius,mengemukakan istilah dulce et utile, dalam
tulisanya berjudul ars poetica.artinya,sastra mempunyai fungsi ganda, yakni
menghibur dan sekaligus bermanfaat bagi pembacanya.
Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan ,memberikan makna
terhadap kehidupan (kematian,kesengsaraan,maupun kegembiraan)atau memberikan
pelepasan kedunia imajinasi. karya sastra menjadi sarana untuk menyampaikan
pesan tentang kebenaran, tentang apa yang baik dan buruk.ada pesan yang sangat
jelas disampaikan ada pula yang bersifat tersirat secara halus.karya sastra
juga dapat dipakai untuk menggambarkan apa yang ditangkap sang pengarang
terhadap lingkungan disekitarnya.dapat diibaratkan sebagai “potret” atau
“sketsa” kehidupan tetapi,”potret”itu tentu berbeda dengan cermin ,karena
sebagai kreasi manusia ,didalam sastra terdapat pendapat dan pandangan penulisnya
,dari mana dan bagaimana ia melihat kehidupan tersebut :gagasan-gagasan yang
muncul ketika mengambarkan karya sastra itu dapat membentuk pandangan orang
tentang kehidupan
Fungsi sastra dari zaman ke zaman sesuai kondisi dan kepentingan masyarakat
pendukungnya.sastra lisan mempunyai fungsi sosial yang jelas dalam masyarakat
tradisional sebagai bagian dari ritual,seperti ritual berbalas pantun untuk
mengantar pengantin diberbagai kelompok adat diindonesia ,atau sebagai mantra
penolak hujan dan penolak bala.
1.4 Produksi dan Reproduksi Sastra
Proses penciptaan (produksi karya sastra) serta penyebaran dan
penggandaanya (reproduksi) sastra melibatkan berbagai macam pehak.yang pertama
adalah pencipta karya sastra .yakni pengarang yang berdasarkan kreativitas,imajinasi,dan
kerjanya.menuliskan atau menciptakan suatu karya.pada zaman sebelum adanya
percetakan karya sastra masih berbentuk manuskrip.
Pada zaman sesudah publikasi karyan secara massal ,muncul sebuah lembaga
yang disebut penerbit.penerbit menjadi perantara bagi pengarang untuk
memasarkan karyanya kepada masyarakat pembaca . Penerbit mencetak
karya pengarang dalam jumlah benyak dan kemudian menjualnya melalui tokoh-tokoh
buku.
Ada lembaga-lembaga lain dalam masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam
menyebarkan karya sastra,seperti komonitas sastra, seperti komunitas sastra,
lembaga pendidikan, dan lembaga –lembaga yang mengayomi kegiatan sastra.
Pada masa kini lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sampai
universitas mempunyai peran dalam menyiapkan pembaca untuk menikmati karya
sastra. Kritikus, atau pembaca yang mempunyai kemampuan untuk menilai karya
sastra secara kritis, mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan mutu
karya sastra dengan memberikan penilaian atas karya sastra yang dihasilkan. Kritikus
juga berperan untuk menjelaskan dan meningkat apresiasi masyarkat terhadap
karya sastra.
Semua pihak yang terkait dalam produksi dan reproduksi karya sastra diatas
sangat menentukan perkembangan kesusastraan di tempat tertentu dan zaman
tertentu. Pihak-pihak dapat juga membuat hambatan –hambatan utuk mengekang dan
menyonsor karya sastra yang dianggap kurang bagus,tidak sesuai norma dan nilai
yang dianut masyarkat tertentu, dan oleh karenanya membahayakan.
Sifat karya sastra yang terbuka untuk interpretasi,khalayak pembaca dari berbagai kelompok, misalnya yang mewakili adat dan tradisi tertentu ,agama atau kelompok tertentu ,bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang karya sastra tertentu,dan menyikapi karya sastra tersebut sesuai dengan pandangan dan gagasan mereka.
Sekian, Wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar