Senin, 12 Juli 2021

Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum wr.wb

Nama   : Indri aulia

Nim     : 11901143

Kelas   : PAI 4D

Makul  : Magang 1

Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi)

Penulis  : Melani Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi

Penerbit : Indonesia Tera

Tahun terbit : September, 2008, cetakan ke-4 (empat)

1. Laporan Bagian Buku Bab 1 membahas materi tentang, sastra,mencangkup sastra itu apa halaman , Sastra:antara konvensi dan inovasi  ,fungsi sastra ,produksi dan reproduksi sastra.

1.1 Sastra Itu Apa?

Kalau ada yang bertanya “karya sastra itu apa”,kira-kira apa jawabanya?barangkali anda langsung ingat sederetan nama pengarang dan karyanya yang harus dihafalkan waktu belajar disekolah menengah .atau anda ingat sejumlah kalimat dengan gaya bahasa yang berbunga-bunga.tapi ada suatu cara yang lebih membantu kita dalam memahami karya sastra ,yaitu melalui pembadingan dengan teks yang “bukan”karya sastra. Perbedaan pengalaman membaca teks yang berbeda itu menunjukan apa yang bisa anda dapatkan ketika membaca suatu karya sastra,dibandingkan dengan membaca pernyataan-pernyataan yang bersifat faktual, berita, atau juga opini.

Danziger dan johnson (1961) melihat sastra sebagai suatu “seni bahasa”,yakni cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. (dalam hal ini bisa dibandingkan dengan seni musik .yang mengolah bunyi ;seni tari yang mengolah gerak dan seni rupa yang mengolah bentuk dan warna). Daiches (1964)mengacu pada aristoteles yang melihat sastra sebagai suatu karya yang “menyampaikan suatu jenis pengetahuan yang tidak bisa disampaikan dengan cara yang lain”. yakni suatu cara yang memberikan kenikmatan yang unik dan pengetahuan yang memperkaya wawasan pembacanya.

Bahasa yang dipakai dalam artikel dimedia massa menekan hal-hal yang bersifat teknis,seperti data, fakta sumber primer, bukti, dan contoh.sedangkan cuplikan cerpen menggambarkan nuansa-nuasa perasaan dan pikiran yang tidak bisa diwakili oleh angka dan statistik

1.2 Sastra: Antara konvensi dan Inovasi

Puisi yang ditulis dalam bait dan baris aturan itu disebut konvensi yakni suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi.artinya,kebiasaan itu dilakukan orang secara terus-menerus dari waktu ke waktu.satra berkaitan dengan konvensi semacam itu artinya,apabila anda mau menulis sebuah puisi.

Sastra selalu berubah dari zaman-ke zaman .pada zaman dulu,orang melayu mengenal pantun.pada zaman modern,pantun masih banyak dipakai orang ,namun selain pantun ,ada sajak dengan bentuk-bentuk lain yang lebih bebas dan bervariasi.perubahan itu terjadi karena sastrawan yang kreatif salalu mencari hal-hal yang baru yang mengubah konvensi atau aturan yang ada.sajak yang tidak memakai rima atau persamaan bunyi dan juga  tidak mempunyai irama yang teratur seperti pada konvensi sajak yang klasik.pada awalnya sajak yang seperti itu mengejutkan para pembacanya.tetapi lama-kelamaan bentuk seperti itu sudah dianggap biasa dan menjadi suatu konvensi yang diterima masyarakat.

Ada jenis-jenis sastra yang berkaitan dengan ritual keagaamaan tertentu seperti qasidah dalam agama islam .di amerika serikat ,pada zaman puritan ,yang dianggap sebagai sastra adalah teks-teks yang bernuansa religius dan mempunyai fungsi jelas dalam pembinaan iman.sastra yang bersifat “menghibur” belaka dianggap maksiat.secara umum konvensi yang paling dasar adalah penggolongan jenis-jenis teks sastra menjadi tiga ,yakni genre .prosa,puisi,dan drama.masing-masing genre masih bisa dibagi sub-sub genre lagi.tetapi sekali lagi ,konvensi yang berlaku disuatu masyarakat tertentu pada waktu tertentu menentukan klafikasi semacam ini .seperti sudah disebut tadi diamerika,”esai”seringkali dimasukan sebagai teks sastra dibawah genre  prosa.masih ada lagi pembagian kelompok sastra tradisional dan sastra modern,sastra lisan dan sastra tulis ,sastra daerah dan sastra nasional.

1.3 Fungsi Sastra

seorang pemikir Romawi, Horatius,mengemukakan istilah dulce et utile, dalam tulisanya berjudul ars poetica.artinya,sastra mempunyai fungsi ganda, yakni menghibur dan sekaligus bermanfaat bagi pembacanya.

Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan ,memberikan makna terhadap kehidupan (kematian,kesengsaraan,maupun kegembiraan)atau memberikan pelepasan kedunia imajinasi. karya sastra menjadi sarana untuk menyampaikan pesan tentang kebenaran, tentang apa yang baik dan buruk.ada pesan yang sangat jelas disampaikan ada pula yang bersifat tersirat secara halus.karya sastra juga dapat dipakai untuk menggambarkan apa yang ditangkap sang pengarang terhadap lingkungan disekitarnya.dapat diibaratkan sebagai “potret” atau “sketsa” kehidupan tetapi,”potret”itu tentu berbeda dengan cermin ,karena sebagai kreasi manusia ,didalam sastra terdapat pendapat dan pandangan penulisnya ,dari mana dan bagaimana ia melihat kehidupan tersebut :gagasan-gagasan yang muncul ketika mengambarkan karya sastra itu dapat membentuk pandangan orang tentang kehidupan

Fungsi sastra dari zaman ke zaman sesuai kondisi dan kepentingan masyarakat pendukungnya.sastra lisan mempunyai fungsi sosial yang jelas dalam masyarakat tradisional sebagai bagian dari ritual,seperti ritual berbalas pantun untuk mengantar pengantin diberbagai kelompok adat diindonesia ,atau sebagai mantra penolak hujan dan penolak bala.

1.4 Produksi dan Reproduksi Sastra

Proses penciptaan (produksi karya sastra) serta penyebaran dan penggandaanya (reproduksi) sastra melibatkan berbagai macam pehak.yang pertama adalah pencipta karya sastra .yakni pengarang yang berdasarkan kreativitas,imajinasi,dan kerjanya.menuliskan atau menciptakan suatu karya.pada zaman sebelum adanya percetakan karya sastra masih berbentuk manuskrip.

Pada zaman sesudah publikasi karyan secara massal ,muncul sebuah lembaga yang disebut penerbit.penerbit menjadi perantara bagi pengarang untuk memasarkan karyanya  kepada masyarakat pembaca . Penerbit mencetak karya pengarang dalam jumlah benyak dan kemudian menjualnya melalui tokoh-tokoh buku.

Ada lembaga-lembaga lain dalam masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menyebarkan karya sastra,seperti komonitas sastra, seperti komunitas sastra, lembaga pendidikan, dan lembaga –lembaga yang mengayomi kegiatan sastra.

Pada masa kini lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sampai universitas mempunyai peran dalam menyiapkan pembaca untuk menikmati karya sastra. Kritikus, atau pembaca yang mempunyai kemampuan untuk menilai karya sastra secara kritis, mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan mutu karya sastra dengan memberikan penilaian atas karya sastra yang dihasilkan. Kritikus juga berperan untuk menjelaskan dan meningkat apresiasi masyarkat terhadap karya sastra.

Semua pihak yang terkait dalam produksi dan reproduksi karya sastra diatas sangat menentukan perkembangan kesusastraan di tempat tertentu dan zaman tertentu. Pihak-pihak dapat juga membuat hambatan –hambatan utuk mengekang dan menyonsor karya sastra yang dianggap kurang bagus,tidak sesuai norma dan nilai yang dianut masyarkat tertentu, dan oleh karenanya membahayakan.

Sifat karya sastra yang terbuka untuk interpretasi,khalayak pembaca dari berbagai kelompok, misalnya yang mewakili adat dan tradisi tertentu ,agama atau kelompok tertentu ,bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang karya sastra tertentu,dan menyikapi karya sastra tersebut sesuai dengan pandangan dan gagasan mereka. 

Sekian, Wassalamualaikum wr.wb 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar