Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum wr.wb
Nama :
Indri aulia
Nim :
11901143
Kelas : PAI 4D
Makul : Magang 1
Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami
Sastra untuk Perguruan Tinggi)
Penulis : Melani
Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi
Penerbit : Indonesia Tera
Tahun terbit : September, 2008,
cetakan ke-4 (empat)
2. Laporan Bagian Buku Bab 2 membahas materi tentang puisi,yang mencangkup,puisi
itu apa,unsur-unsur pembangun puisi,struktur penceritaan/penuturan.
2.1 Puisi Itu Apa
Kehidupan sehari-hari kaya dengan berbagai ekspresi puitis yang tidak
secara langsung berkaitan dengan kegiatan berpuisi atau bersastra.apabila kita
menggunakan ungkapan “mata keranjang”untuk menyebut seseorang yang mudah
terpikat kepada perempuan-perempuan yang dilihatnya sesungguhnya kita sedang
menggunakan ekspresi puitis.”mata keranjang”adalah sebuah gaya bahasa yang
menggunakan sebuah ungkapan untuk menyatakan sesuatu yang lain.tujuannya untuk
memperjelas maksud yang disamapaikan.
Ada pula puisi yang tidak memiliki unsur puitis yang kuat dan terkesan
sebagai ujaran sehari-hari yang non puitis seperti sajak Yudhistira ANM
Massardi berjudul “Sajak Sikat Gigi” .kemudian segaja disusun dalam bentuk
prosais.
2.2 Unsur-Unsur Pembangun Puisi
Dari zaman kezaman ada berbagai pandangan tentang pengertian puisi .barang
kali pandangan yang paling memberikan tekanan pada unsur bahasa dalam sebuah
puisi adalah yang berasal dari ahli-ahli linguistik modern yang meminati
sastra,yang mengemukakan bahwa puisi menjadi khas karena sebagai teks ia
menarik perhatian pembaca kepada teks itu sendiri,dan bukan kepada
pengarangnya,atau kenyataan yang diacunya atau pembacanya .
Horatius ,seorang kritikus romawi ,mensyaratkan dua hal bagi puisi yaitu
puisi harus indah dan menghibur(dulce) ,namun pada saat yang sama puisi juga
harus berguna dan mengajarkan sesuatu (utile).William wordsworth,penyair
romantik inggris ,memahami puisi sebagai suatu luapan spontan dari
perasaan-perasan yang kuat.Roman Jacobson ,seorang ahli linguistik dari perancis
,menekan kan pada fungsi puintik(poetic function)teks ,yakni sebuah fungsi yang
mengarahkan segenap upaya dan perhatian pada unsur-unsur teks itu sendiri.
Secara konvensional ,sebuah puisi biasanya menggunakan beberapa atau salah
satu dominan untuk membangun makna .gaya bahasa metafora dan simile.Metafora adalah
sebuah kata atau ungkapan yang makna bersifat kiasan ,dan bukan harfiah karena
ia berfung menjelaskan sebuah konsep contohnya ”dewi bulan”.Simile kurang
lebih memiliki fungsi yang sama dengan metafora ,yaitu membandingkan sesuatu
dengan sesuatu yang lain namun yang masih memiliki kesamaan-kesamaan
tertentu.simile hadir ,misalnya dalam ungkapan seperti “senyummu semanis
gula”atau nusantara ,tanah yang indah bagai permata “.Personifikasi adalah
gaya bahasa lain yang cukup populer dalam puisi.dengan gaya bahasa ini ,benda
benda mati seolah-olah bernyawa dan melakukan sesuatu menjadi manusiawi.Metonimi selalu
memiliki hubungan kedekatan dengan hal yang diwakilinya dalam ungkapan
.hubungan yang dibangunya adalah sebab akibat.demikian pula dengan ,persamaan
bunyi atau rima ,juga kerap menjadi penanda kekhasan teks
puisi,penting diperhatikan tidak semua puisi memanfaatkan rima sebagai salah
satu unsur pembangun makna atau suasana.
Ada kalanya bunyi-bunyi atau kata-kata tertentu diulang beberapa kali untuk
menegaskan makna.repetisi atau pengulangan semacam itu dapat dikatakan sajak.
Tentu saja dari semua perangkat penbangun puisi yang ada bentuk, adalah
penanda yang paling jelas .didalam tradisinya ,puisi tidak rertulis secara
prosais ,yang membujur dari pias kiri ke pias kanan kertas.pemenggalan
kalimat-kalimat juga tidak sesuai kaidah kebahasaan .bersama-sama dengan
permainan bunyi dan berbagai gaya bahasa yang ada ,bentuk turut membangun makna
atau suasana tertentu.ada juga puisi yang ditulis dengan gaya prosa sajak
“dikebun binatang” karya Sapardi Djoko Damono ia memperlihatkan gaya narasi
yang lazim digunakan dalam teks prosa.
Akhirnya ,patut dicatat bahwa konvensi puisi selalu berubah dari masa ke
masa di berbagai tempat yang berbeda .namun oleh wellek dan warren ,fungsi
puisi pada akhirnya adalah setia pada diri sendiri .dengan kata lain kita tahu
bahwa kita sedang menghadapi sebuah puisi ketika yang menjadi acuanya adalah
teks itu sendiri ,dan bukan pengarangnya ,atau pembacanya atau masyarakat dan
zamannya.
2.3 Aneka Ragam Puisi
Banyak orang meyakini bahwa puisi tertua adalah mantra,yang merupakan
bagian penting ritual-ritual masa lampau.kekhasan matra terletak pada
pengulangan-pengulangan bunyi serta efek yang dihasilkan pada pendengar .konon
matra punya fungsi magis ,yakni mampu mengusir roh jahat atau bala ,dan
menghubungkan manusia dengan alam supranatural.didalam mantra bunyi lebih
penting daripada makna .itulah sebabnya mengapa mantra diatas tidak membangun
suatu makna yang utuh dan dapat dicerna ,namun lebih mengutamakan pengulangan
bunyi-bunyi tertentu.
Pada zaman pertengahan di eropa ,dan juga pada beberapa periode setelah
zaman tersebut ,puisi dinyanyikan oleh para troubadour (pelipur
lara) serta penyair istana.isinya biasanya mengisahkan tentang hikayat para
pahlawan dan percintaan.diindonesia tradisi serupa juga dapat
dijumpai,khususnya dalam tradisi kesustraan melayu.
Dari segi ungkapan puisi dapat dikategorikan dalam lirik dan epik
.puisi lirik banyak mengekplorasi subjektivitas dan individualitas aku lirik
dalam sajak.biasanya puisi lirik lebih mengutamakan suasana daripada tema ,dan
makna kerap perlu dipahami dalam kaitan dengan suasana batin tertentu yang
hendak dibangun daripada dengan pesan-pesan moral.dilain pihak epik banyak
menggunakan kisahan dan lebih bergaya prosais sambil tetap mempertahankan
unsur-unsur puitik yang umum dijumpai dalam puisi seperti rima kesamaan jumlah
ketukan ,dan semacamnya.oleh sebab itu ,epik juga kerap disebut dengan sajak
naratif .isinya pada umunya tantang pertualangan atau perjalanan seorang
pahlawan atau tokoh,serta berbagai kegiatan luhur yang dilakukannya
Dari segi bentuk ,secara garis besar dapatdisebutkan adanyasajak-sajak
yang bentuk terikat,seperti soneta,kwatrin,dan pantun,dan sebagainya serta
sajak-sajak berbentuk bebas.soneta biasanya terdiri atas empatbelas
larik dengan pola irama tertentu. Sedangkan kwatrin adalah
sebait sajak yang terdiri atas empat larik dengan rima tertentu,tradisi penulisan
kwatrin sudah sangat tua ,dan bentuk ini sudah populer sejak zaman
dahulu.kwatrin dijumpai dalam kesusastraan sanskrit lama yang dimulai dari
tahun 1500 SM hingga dalam khazanah sastra persia sekitar abad pertama masehi.
Pantun adalah sebuah puisi khas melayu yang terdiri atas empat baris
.rimanya a-b-a-b dan dua larik pertama tidak saling terkait dengan dua larik
berikutnya dari segi isi,namun kedua pasangan itu memiliki hubungan bunyi dan
irama yang erat.ada pantun yang dibuat untuk saling memadu kasih yang disebut
dengan pantun berkasih-kasihan,dan ada pula pantun yang isinya jenaka yang
disebut pantun jenaka.
Puisi konkret merupakan salah satu ciri puisi modern yang menekan pada
efisiensi kata dan menghindari abstraksi .diindonesia puisi ini kerap
dirancukan dengan puisi bebas .bunyi dan suasana terkadang masih dominan
,tetapi unsur-unsur lain seperti rima dan makna tidak lagi menjadi
prasyarat.citraan yang digunakanpun sifatnya konkret dan berorientasi pada
resepsi inderawi..
Dari segi isi ,ada sajak yang berisi puji-pujian untuk seorang tokoh atau pahlawan ,atau
suatu peristiwa besar .sajak seperti ini disebut ode,selain itu
dekenal juga sebentuk sajak yang biasanya diguratkan pada batu nisan dimakam
seseorang ,yang disebut dengan epitaf.epitaf kerap berisi pesan
atau ajaran moral yang dipetik dari pengalaman orang yang dimakamkan dibawah
nisan tersebut.ada juga puisi yang berisi duka cita atau rasa sesal akan
sesuatu yang sangat berharga atau dikasihi namun yang kini telah hilang.puisi
dengan kandungan seperti ini disebut elegi.
Terakhir dalam tradisi kesusastraan jawa baru terdapat sebentuk persajakan
yang disebut macapat yang lazim digunakan dalam penulisan
babad yaitu kisah sejarah atau kronikel jawa.kemudia kakawin,diamerika
dikenal dengan puisi imajis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar