Senin, 12 Juli 2021

 

Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum wr.wb

Nama   : Indri aulia

Nim     : 11901143

Kelas   : PAI 4D

Makul  : Magang 1

Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi)

Penulis  : Melani Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi

Penerbit : Indonesia Tera

Tahun terbit : September, 2008, cetakan ke-4 (empat)

2. Laporan Bagian Buku Bab 2 membahas materi tentang puisi,yang mencangkup,puisi itu apa,unsur-unsur pembangun puisi,struktur penceritaan/penuturan.

2.1 Puisi Itu Apa

Kehidupan sehari-hari kaya dengan berbagai ekspresi puitis yang tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan berpuisi atau bersastra.apabila kita menggunakan ungkapan “mata keranjang”untuk menyebut seseorang yang mudah terpikat kepada perempuan-perempuan yang dilihatnya sesungguhnya kita sedang menggunakan ekspresi puitis.”mata keranjang”adalah sebuah gaya bahasa yang menggunakan sebuah ungkapan untuk menyatakan sesuatu yang lain.tujuannya untuk memperjelas maksud yang disamapaikan.

Ada pula puisi yang tidak memiliki unsur puitis yang kuat dan terkesan sebagai ujaran sehari-hari yang non puitis seperti sajak Yudhistira ANM Massardi berjudul “Sajak Sikat Gigi” .kemudian segaja disusun dalam bentuk prosais.

2.2 Unsur-Unsur Pembangun Puisi

Dari zaman kezaman ada berbagai pandangan tentang pengertian puisi .barang kali pandangan yang paling memberikan tekanan pada unsur bahasa dalam sebuah puisi adalah yang berasal dari ahli-ahli linguistik modern yang meminati sastra,yang mengemukakan bahwa puisi menjadi khas karena sebagai teks ia menarik perhatian pembaca kepada teks itu sendiri,dan bukan kepada pengarangnya,atau kenyataan yang diacunya atau pembacanya .

Horatius ,seorang kritikus romawi ,mensyaratkan dua hal bagi puisi yaitu puisi harus indah dan menghibur(dulce) ,namun pada saat yang sama puisi juga harus berguna dan mengajarkan sesuatu (utile).William wordsworth,penyair romantik inggris ,memahami puisi sebagai suatu luapan spontan dari perasaan-perasan yang kuat.Roman Jacobson ,seorang ahli linguistik dari perancis ,menekan kan pada fungsi puintik(poetic function)teks ,yakni sebuah fungsi yang mengarahkan segenap upaya dan perhatian pada unsur-unsur teks itu sendiri.

Secara konvensional ,sebuah puisi biasanya menggunakan beberapa atau salah satu dominan untuk membangun makna .gaya bahasa metafora dan simile.Metafora adalah sebuah kata atau ungkapan yang makna bersifat kiasan ,dan bukan harfiah karena ia berfung menjelaskan sebuah konsep contohnya ”dewi bulan”.Simile kurang lebih memiliki fungsi yang sama dengan metafora ,yaitu membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain namun yang masih memiliki kesamaan-kesamaan tertentu.simile hadir ,misalnya dalam ungkapan seperti “senyummu semanis gula”atau nusantara ,tanah yang indah bagai permata “.Personifikasi adalah gaya bahasa lain yang cukup populer dalam puisi.dengan gaya bahasa ini ,benda benda mati seolah-olah bernyawa dan melakukan sesuatu menjadi manusiawi.Metonimi selalu memiliki hubungan kedekatan dengan hal yang diwakilinya dalam ungkapan .hubungan yang dibangunya adalah sebab akibat.demikian pula dengan ,persamaan bunyi atau rima  ,juga kerap menjadi penanda kekhasan teks puisi,penting diperhatikan tidak semua puisi memanfaatkan rima sebagai salah satu unsur pembangun makna atau suasana.

Ada kalanya bunyi-bunyi atau kata-kata tertentu diulang beberapa kali untuk menegaskan makna.repetisi atau pengulangan semacam itu dapat dikatakan sajak.

Tentu saja dari semua perangkat penbangun puisi yang ada bentuk, adalah penanda yang paling jelas .didalam tradisinya ,puisi tidak rertulis secara prosais ,yang membujur dari pias kiri ke pias kanan kertas.pemenggalan kalimat-kalimat juga tidak sesuai kaidah kebahasaan .bersama-sama dengan permainan bunyi dan berbagai gaya bahasa yang ada ,bentuk turut membangun makna atau suasana tertentu.ada juga puisi yang ditulis dengan gaya prosa sajak “dikebun binatang” karya Sapardi Djoko Damono ia memperlihatkan gaya narasi yang lazim digunakan dalam teks prosa.

Akhirnya ,patut dicatat bahwa konvensi puisi selalu berubah dari masa ke masa di berbagai tempat yang berbeda .namun oleh wellek dan warren ,fungsi puisi pada akhirnya adalah setia pada diri sendiri .dengan kata lain kita tahu bahwa kita sedang menghadapi sebuah puisi ketika yang menjadi acuanya adalah teks itu sendiri ,dan bukan pengarangnya ,atau pembacanya atau masyarakat dan zamannya.

2.3 Aneka Ragam Puisi

Banyak orang meyakini bahwa puisi tertua adalah mantra,yang merupakan bagian penting ritual-ritual masa lampau.kekhasan matra terletak pada pengulangan-pengulangan bunyi serta efek yang dihasilkan pada pendengar .konon matra punya fungsi magis ,yakni mampu mengusir roh jahat atau bala ,dan menghubungkan manusia dengan alam supranatural.didalam mantra bunyi lebih penting daripada makna .itulah sebabnya mengapa mantra diatas tidak membangun suatu makna yang utuh dan dapat dicerna ,namun lebih mengutamakan pengulangan bunyi-bunyi tertentu.

Pada zaman pertengahan di eropa ,dan juga pada beberapa periode setelah zaman tersebut ,puisi dinyanyikan oleh para troubadour (pelipur lara) serta penyair istana.isinya biasanya mengisahkan tentang hikayat para pahlawan dan percintaan.diindonesia tradisi serupa juga dapat dijumpai,khususnya dalam tradisi kesustraan melayu.

Dari segi ungkapan puisi dapat dikategorikan dalam lirik dan epik .puisi lirik banyak mengekplorasi subjektivitas dan individualitas aku lirik dalam sajak.biasanya puisi lirik lebih mengutamakan suasana daripada tema ,dan makna kerap perlu dipahami dalam kaitan dengan suasana batin tertentu yang hendak dibangun daripada dengan pesan-pesan moral.dilain pihak epik banyak menggunakan kisahan dan lebih bergaya prosais sambil tetap mempertahankan unsur-unsur puitik yang umum dijumpai dalam puisi seperti rima kesamaan jumlah ketukan ,dan semacamnya.oleh sebab itu ,epik juga kerap disebut dengan sajak naratif .isinya pada umunya tantang pertualangan atau perjalanan seorang pahlawan atau tokoh,serta berbagai kegiatan luhur yang dilakukannya

Dari segi bentuk ,secara garis besar dapatdisebutkan adanyasajak-sajak yang bentuk terikat,seperti soneta,kwatrin,dan pantun,dan sebagainya serta sajak-sajak berbentuk bebas.soneta biasanya terdiri atas empatbelas larik dengan pola irama tertentu. Sedangkan kwatrin adalah sebait sajak yang terdiri atas empat larik dengan rima tertentu,tradisi penulisan kwatrin sudah sangat tua ,dan bentuk ini sudah populer sejak zaman dahulu.kwatrin dijumpai dalam kesusastraan sanskrit lama yang dimulai dari tahun 1500 SM hingga dalam khazanah sastra persia sekitar abad pertama masehi.

Pantun adalah sebuah puisi khas melayu yang terdiri atas empat baris .rimanya a-b-a-b dan dua larik pertama tidak saling terkait dengan dua larik berikutnya dari segi isi,namun kedua pasangan itu memiliki hubungan bunyi dan irama yang erat.ada pantun yang dibuat untuk saling memadu kasih yang disebut dengan pantun berkasih-kasihan,dan ada pula pantun yang isinya jenaka yang disebut pantun jenaka.

Puisi konkret merupakan salah satu ciri puisi modern yang menekan pada efisiensi kata dan menghindari abstraksi .diindonesia puisi ini kerap dirancukan dengan puisi bebas .bunyi dan suasana terkadang masih dominan ,tetapi unsur-unsur lain seperti rima dan makna tidak lagi menjadi prasyarat.citraan yang digunakanpun sifatnya konkret dan berorientasi pada resepsi inderawi..

Dari segi isi ,ada sajak yang berisi puji-pujian untuk seorang tokoh atau pahlawan ,atau suatu peristiwa besar .sajak seperti ini disebut ode,selain itu dekenal juga sebentuk sajak yang biasanya diguratkan pada batu nisan dimakam seseorang ,yang disebut dengan epitaf.epitaf kerap berisi pesan atau ajaran moral yang dipetik dari pengalaman orang yang dimakamkan dibawah nisan tersebut.ada juga puisi yang berisi duka cita atau rasa sesal akan sesuatu yang sangat berharga atau dikasihi namun yang kini telah hilang.puisi dengan kandungan seperti ini disebut elegi.

Terakhir dalam tradisi kesusastraan jawa baru terdapat sebentuk persajakan yang disebut macapat yang lazim digunakan dalam penulisan babad yaitu kisah sejarah atau kronikel jawa.kemudia kakawin,diamerika dikenal dengan puisi imajis.

 wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar