Senin, 12 Juli 2021

 

Assalamualaikum wr.wb

Nama   : Indri aulia

Nim     : 11901143

Kelas   : PAI 4D

Makul  : Magang 1

Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi)

Penulis  : Melani Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi

Penerbit : Indonesia Tera

Tahun terbit : September, 2008, cetakan ke-4 (empat)

3. Laporan Bagian Buku Bab 3 membahas materi tentang prosa,yang mencangkup: prosa :struktur narasi, unsur-unsur prosa:tokoh,latar,alur, struktur penceritaan/penuturan.

3.1 Prosa : Struktur Narasi

Semua teks/karya rekaan yang tidak berbentuk dialog yang isinya dapat merupakan sejarah atau sederetan peristiwa .kedalam kelompok ini dapat dimasukan novel/roman ,cerita pendek ,dongeng ,catatan harian ,(oto)biogarfi ,anekdot,lelucon,epistoler cerita fantastik maupun realistik.

Prosa narasi bukan lah monopoli karya sastra,melainkan juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ,misal warta berita laporan dalam surat kabar atau lewat televisi,berita acara ,ataupun sas-sus (Luxemburg dkk.,1984)

3.2 Unsur-Unsur Prosa:Tokoh,Latar,Alur

Unsur-unsur penting akan membangun cerita,sedangkan unsur-unsur yang tidak atau kurang penting diperlukan sebagai unsur pendukung,ilustrasi,deskripsi atau sekadar untuk memperpanjang (misalnya,cerita detektif),agar cerita itu enak dibaca.

Dengan diambilnya nama Si Lugu sebagai judul dongeng Voltaire,anda tentu telah menduga bahwa tokoh Si Lugu mempunyai posisi penting dalam karya itu. Tentu saja, untuk menetapkannya anda harus mengamati terlebih dahulu ,apakah tokoh itu banyak terlibat dalam jalannya cerita atau apakah sebagai frekuensi penampilannya lebih dari tokoh-tokoh lain.

Menurut  defenisinya ,tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita (sudjiman,1990).disamping tokoh utama (protagonis) ,ada jenis-jenis tokoh lain ,yang terpenting adalah tokoh lawan (antagonis) ,yakni tokoh yang diciptakan untuk mengimbangi tokoh utama .konflik diantara mereka itulah yang menjadi inti dan menggerakkan cerita.tokoh-tokoh yang fungsinya hanya melengkapi disebut tokoh bawahan . dalam kisah Bawang Putih dan Bawang Merah misalnya tokoh utamanya adalah Bawang Putih, tokoh lawan/antagonis adalah ibu tiri dan Bawang merah. Akibat tindakan ibu tiri dan Bawang Merahlah maka Bawang Putih akan mengalami peristiwa-peristiwa yang menyedihkan , tetapi kemudian malahan menguntungkannya. 

Selain tokoh-tokoh dalam narasi terdapat latar, yakni segala keterangan mengenai waktu,ruang dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra.Deskripsi latar dapat bersifat fisik, realistis, dokumenter, dapat pula berupa deskripsi perasaan. Latar adalah lingkungan yang dapat berfungsi sebagai metonimia,metafora,atau ekspresi tokohnya(Wellek dan Waren,1989).

Namun unsur yang juga sangat penting adalah lakuan atau peristiwa, yang membentuk kerangka cerita (alur utama). Rangkaian peristiwa direka dan dijalin dengan seksama membentuk alur yang menggerakkan jalannya cerita melalui rumitan kearah klimaks dan selesaian (sudjiman ,1990)

Peristiwa-peristiwa yang menjalinnya ada yang penting untuk jalanya cerita dan ada yang tidak penting namun saling melengkapi untuk menjadikan kisah itu menarik .peristiwa-peristiwa penting adalah yang memiliki hubungan sebab akibat ( fungsi utama) dan membentuk kerangkan cerita.tidak selamanya suatu kisah dijalin dengan peristiwa-peristiwa yang berlangsung dari A-Z,menurut alur kronologis.pengarang dapat saja memulai ceritanya dari peristiwa x (cerita detektif,misalnya) atau peristiwa G, misalnya,maka alurnya disebut alau menurut teks.contoh alur sederhana tanpa rumitan,yang sekaligus juga juga alur utama dan kronologis adalah yang dibuat berdasarkan kisah Bawang Putih dan Bawang Merah seperti berikut ini:

·         Meninggalnya ibu Bawang Putih.

·         Pernikahan ayah Bawang Putih Dengan janda beranak satu Bawang merah.

·         Perlakuan jelek ibu tiri terhadap Bawang putih.

·         Hilangnya pakaian yang sedang dicuci Bawang Putih di sungai.

·         Pencarian pakaian yang hilang dengan menyusuri sungai.

.         Pertemuan dengan nenek gaib.

·         Pemberian labu oleh nenek gaib kepada Bawang Putih.

·         Pembukaan labu yang berisikan intan permata dirumah Bawang Putih.

·         Kedengkian dan iri hati Bawang merah terhadap nasib baik saudara tirinya membawanya                       kesungai.

·         Pencarian pakian oleh Bawang Merah.

·         Pertemuan dengan nenek gaib yang sama.

·         Permintaan Bawang merah agar diberi hadiah.

·         Pemberian labu oleh nenek gaib kepada Bawang Merah.

·         Pembukaan labu yang ternyata berisi reptil yang berbahaya bagi Bawang Merah.

·         Kebahagian Bawang Putih yang akhirnya Menjadi kaya.

 

3.3 Struktur Penceritaan/Penuturan

Suatu narasi dikisahkan oleh “seseorang” kepada “pendengar”dan dibacakan oleh pembaca (narrtor,narrateur,implied author,juru kisah) itu membawakan kisahan (narasi) di atas kertas.ia tidak identik dengan pengarang, yakni manusia yang benar-benar ada dalam kenyataan.kisahnya,walaupun berdasarkan kenyataan atau ada kaitannya dengan kenyataan, sebanarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan sipengarang yang sesungguhnya.kisah itu hanyalah hasil imajinasi pengarangnya yang memanfaatkan pengalaman hidup dan hasil pengamatan terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kisahnya ,pencerita sering menyebut diri “aku” atau “saya”(penceritaan akuan).penceritaan akuan adalah tokoh dalam ceritanya tetapi tidak selalu tokoh utama.

Namun sering kali dalam kisahnya pencerita mengacu kepada tokoh-tokohnya dengan kata ganti orang ketigadia atau ia .Penceritaan diaan berada diluar cerita ( eksternal) .ia hanya menyampaikan suatu kisahan ,tetapi tidak terlibat didalamnya.

Dalam menyampaikan kisahanya ,pencerita selalu mengambil posisi dan becerita menurut suatu sudut pandang (point of view,point de vue). Jika ia “berada” dalam cerita sebagai tokoh (penceritaan internal ,pandanganya terbatas pada apa yang dapat diketahui oleh seorang tokoh.namun jika ia berada diluar (pencerita diaan ,eksternal),ia dapat menjadi pencerita mahatahu,yakni pencerita yang mengetahui maksud dan pikiran semua tokoh serta semua yang mereka lakukan.semua tokoh dipandang dari dalam (fokalisasi intern).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar