Assalamualaikum
wr.wb
Nama : Indri aulia
Nim :
11901143
Kelas : PAI 4D
Makul : Magang 1
Judul buku : MEMBACA SASTRA (Pengantar Memahami
Sastra untuk Perguruan Tinggi)
Penulis : Melani
Budianta,Ida Sundari Husen,Manneke Budiman,Wahyudi
Penerbit : Indonesia Tera
Tahun terbit : September, 2008,
cetakan ke-4 (empat)
3. Laporan Bagian Buku Bab 3 membahas materi tentang prosa,yang mencangkup:
prosa :struktur narasi, unsur-unsur prosa:tokoh,latar,alur, struktur
penceritaan/penuturan.
3.1 Prosa : Struktur Narasi
Semua teks/karya rekaan yang tidak berbentuk dialog yang isinya dapat
merupakan sejarah atau sederetan peristiwa .kedalam kelompok ini dapat
dimasukan novel/roman ,cerita pendek ,dongeng ,catatan harian ,(oto)biogarfi
,anekdot,lelucon,epistoler cerita fantastik maupun realistik.
Prosa narasi bukan lah monopoli karya sastra,melainkan juga ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari ,misal warta berita laporan dalam surat kabar atau lewat
televisi,berita acara ,ataupun sas-sus (Luxemburg dkk.,1984)
3.2 Unsur-Unsur Prosa:Tokoh,Latar,Alur
Unsur-unsur penting akan membangun cerita,sedangkan unsur-unsur yang tidak
atau kurang penting diperlukan sebagai unsur pendukung,ilustrasi,deskripsi atau
sekadar untuk memperpanjang (misalnya,cerita detektif),agar cerita itu enak
dibaca.
Dengan diambilnya nama Si Lugu sebagai judul dongeng Voltaire,anda tentu
telah menduga bahwa tokoh Si Lugu mempunyai posisi penting dalam karya itu.
Tentu saja, untuk menetapkannya anda harus mengamati terlebih dahulu ,apakah
tokoh itu banyak terlibat dalam jalannya cerita atau apakah sebagai frekuensi penampilannya
lebih dari tokoh-tokoh lain.
Menurut defenisinya ,tokoh adalah individu rekaan yang mengalami
peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita
(sudjiman,1990).disamping tokoh utama (protagonis) ,ada jenis-jenis tokoh lain
,yang terpenting adalah tokoh lawan (antagonis) ,yakni tokoh yang diciptakan
untuk mengimbangi tokoh utama .konflik diantara mereka itulah yang menjadi inti
dan menggerakkan cerita.tokoh-tokoh yang fungsinya hanya melengkapi disebut
tokoh bawahan . dalam kisah Bawang Putih dan Bawang Merah misalnya tokoh
utamanya adalah Bawang Putih, tokoh lawan/antagonis adalah ibu tiri dan Bawang
merah. Akibat tindakan ibu tiri dan Bawang Merahlah maka Bawang Putih akan
mengalami peristiwa-peristiwa yang menyedihkan , tetapi kemudian malahan
menguntungkannya.
Selain tokoh-tokoh dalam narasi terdapat latar, yakni segala keterangan
mengenai waktu,ruang dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra.Deskripsi
latar dapat bersifat fisik, realistis, dokumenter, dapat pula berupa deskripsi
perasaan. Latar adalah lingkungan yang dapat berfungsi sebagai
metonimia,metafora,atau ekspresi tokohnya(Wellek dan Waren,1989).
Namun unsur yang juga sangat penting adalah lakuan atau peristiwa, yang
membentuk kerangka cerita (alur utama). Rangkaian peristiwa direka dan dijalin
dengan seksama membentuk alur yang menggerakkan jalannya cerita melalui rumitan
kearah klimaks dan selesaian (sudjiman ,1990)
Peristiwa-peristiwa yang menjalinnya ada yang penting untuk jalanya cerita
dan ada yang tidak penting namun saling melengkapi untuk menjadikan kisah itu
menarik .peristiwa-peristiwa penting adalah yang memiliki hubungan sebab akibat
( fungsi utama) dan membentuk kerangkan cerita.tidak selamanya suatu kisah
dijalin dengan peristiwa-peristiwa yang berlangsung dari A-Z,menurut alur
kronologis.pengarang dapat saja memulai ceritanya dari peristiwa x (cerita
detektif,misalnya) atau peristiwa G, misalnya,maka alurnya disebut alau menurut
teks.contoh alur sederhana tanpa rumitan,yang sekaligus juga juga alur utama
dan kronologis adalah yang dibuat berdasarkan kisah Bawang Putih dan Bawang
Merah seperti berikut ini:
· Meninggalnya ibu Bawang Putih.
· Pernikahan ayah Bawang Putih Dengan janda
beranak satu Bawang merah.
· Perlakuan jelek ibu tiri terhadap Bawang
putih.
· Hilangnya pakaian yang sedang dicuci Bawang
Putih di sungai.
· Pencarian pakaian yang hilang dengan menyusuri
sungai.
. Pertemuan dengan nenek gaib.
· Pemberian labu oleh nenek gaib kepada Bawang
Putih.
· Pembukaan labu yang berisikan intan permata
dirumah Bawang Putih.
· Kedengkian dan iri hati Bawang merah terhadap
nasib baik saudara tirinya membawanya kesungai.
· Pencarian pakian oleh Bawang Merah.
· Pertemuan dengan nenek gaib yang sama.
· Permintaan Bawang merah agar diberi hadiah.
· Pemberian labu oleh nenek gaib kepada Bawang
Merah.
· Pembukaan labu yang ternyata berisi reptil
yang berbahaya bagi Bawang Merah.
· Kebahagian Bawang Putih yang akhirnya Menjadi
kaya.
3.3 Struktur Penceritaan/Penuturan
Suatu narasi dikisahkan oleh “seseorang” kepada “pendengar”dan dibacakan
oleh pembaca (narrtor,narrateur,implied author,juru kisah) itu membawakan
kisahan (narasi) di atas kertas.ia tidak identik dengan pengarang, yakni
manusia yang benar-benar ada dalam kenyataan.kisahnya,walaupun berdasarkan
kenyataan atau ada kaitannya dengan kenyataan, sebanarnya tidak ada kaitannya
dengan kehidupan sipengarang yang sesungguhnya.kisah itu hanyalah hasil
imajinasi pengarangnya yang memanfaatkan pengalaman hidup dan hasil pengamatan
terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya.
Dalam kisahnya ,pencerita sering menyebut diri “aku” atau
“saya”(penceritaan akuan).penceritaan akuan adalah tokoh dalam ceritanya tetapi
tidak selalu tokoh utama.
Namun sering kali dalam kisahnya pencerita mengacu kepada tokoh-tokohnya
dengan kata ganti orang ketiga, dia atau ia .Penceritaan
diaan berada diluar cerita ( eksternal) .ia hanya menyampaikan suatu
kisahan ,tetapi tidak terlibat didalamnya.
Dalam menyampaikan kisahanya ,pencerita selalu mengambil posisi dan becerita
menurut suatu sudut pandang (point of view,point de vue). Jika ia “berada”
dalam cerita sebagai tokoh (penceritaan internal ,pandanganya terbatas pada apa
yang dapat diketahui oleh seorang tokoh.namun jika ia berada diluar (pencerita
diaan ,eksternal),ia dapat menjadi pencerita mahatahu,yakni
pencerita yang mengetahui maksud dan pikiran semua tokoh serta semua yang
mereka lakukan.semua tokoh dipandang dari dalam (fokalisasi intern).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar